banner-1
ONE INFORMASI

INFORMASI TERBAIK AMAN DAN TERPERCAYA

Begini Cara Pilih Motor Bekas Minim Masalah Menurut Pedagang

One Informasi- Membeli motor bekas sebaiknya jangan hanya mencari unit dengan harga yang sesuai sob.


Banyak faktor lainnya yang perlu diperhitungkan, seperti kondisi hingga kelengkapan dokumen kepemilikan saat membeli motor bekas dari penjual pribadi maupun showroom.

Lantas, bagaimana cara memilih motor bekas dengan kondisi prima?

Owner showroom motor bekas (motkas) H. Ebun Motor, Suhaebun, menyarankan dalam memilih motor bekas bisa dimulai dari aspek fisiknya.

"Pertama cek kondisi fisiknya dari kemulusan cat di bodi, nah kalau ada lecet yang wajar karena pemakaian tidak terlalu masalah," kata Pemilik showroom motkas di Depok, Jawa Barat ini kepada GridOto.com beberapa waktu lalu.

Adapun cek fisik saat hendak melakukan pembelian motor bekas ini, bukan hanya dari bagian bodinya saja lho.

"Kemudian cek juga rangka dan arm-nya masih simetris atau tidak. Lalu jangan lupa suratnya kayak BPKB dan STNK harus lengkap, serta sebaiknya pajak juga masih hidup," sebut pria yang biasa disapa Ebun ini.

Berikutnya Ebun mengatakan, kondisi mesin pastinya menjadi hal utama yang harus diperhatikan konsumen saat membeli motor bekas.

"Kondisi mesin kalau bisa cari yang masih standar, belum dimodif atau sudah oprekan," ucapnya.

"Caranya bisa hidupkan mesin dan dengar suaranya masih halus atau tidak, kalau ada suara ngelitik biasanya setang seher sudah kena," kata Ebun lagi.

Menurutnya jika konsumen mendengar suara gemiricik dari mesin motor bekas incarannya, kemungkinan seher dan klep sudah rusak.

"Tapi kalau suara mesin masih terdengar adem atau halus berarti kondisinya masih oke," ucap Ebun yang sudah berjualan motor bekas selama 20 tahun lebih tersebut.

Ilustrasi setang motor

yamaha-motor.eu

Ilustrasi setang motor

Selanjutnya ia menyebut, konsumen juga harus mengetahui ciri motor bekas yang pernah tabrakan dari bagian stangnya.

"Motor pernah tabrakan biasanya segitiganya juga agak miring kalau sudah parah, saat dibawa biasanya stang cenderung miring ke arah kiri atau kanan," jelas Ebun.

"Hal ini bisa juga dilihat dari posisi batok kepala motor dengan bodi depan yang masih lurus ke bawah atau tidak," sambungnya.

Sebab Ebun bilang, motor bekas yang pernah tabrakan bisa menyusahkan pembeli karena akan sulit dikendalikan.

"Selain itu kondisi komstir motor bekas juga harus diperhatikan, cirinya saat dibawa setang kurang stabil," ungkapnya.

"Ciri-cirinya ketika dikendarai handling motor suka tertarik ke arah kiri atau kanan. Perbaikan komstir akan memakan biaya ratusan ribu rupiah di bengkel," jelas Ebun lagi.

Ebun menyampaikan, konsumen juga wajib memperhatikan kondisi kaki-kaki saat membeli motor bekas yang hendak dibeli.

"Kalau sokbreker depan atau belakang masih bagus pasti bantingannya lembut. Selain itu, hindari beli motor yang soknya bocor atau ada rembesan oli," tegasnya.

"Sebab perbaikan bagian ini juga bisa memakan biaya ratusan ribu rupiah atau malah bisa ganti part baru," lanjut Ebun.

Terakhir, konsumen jangan lupa memastikan kondisi transmisi dan kelistrikan motor bekas incarannya.

"Kalau motor manual pastikan operan gigi dan koplingnya berfungsi dengan baik, serta kondisi gir dan rantai masih bagus," papar Ebun.

"Nah kalau motor matik sebaiknya cari yang suara CVT-nya masih halus, takutnya kalau ada suara berisik harus ganti roller, van belt dan part lainnya," terangnya.

Sementara untuk kelistrikan, Ebun menyarankan konsumen untuk melihat bagian lampu-lampu, speedometer, starter, sampai fitur-fitur elektris lainnya.

"Sebaiknya semua bagian kelistrikan ini masih hidup dan berfungsi normal, selain itu saya sarankan cari motor bekas yang masih banyak part asli bawaan pabriknya," tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *